Jumat, 08 Juni 2012

proposal penelitian pendidkan


PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH PENDEKATAN PAIKEM (PEMBELEJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI I KANDIS KECAMATAN KANDIS KABUPATEN OGAN ILIR

1.      Latar Belakang
Pendidikan pada hakikatnya adalah upaya membudayakan manusia atau memanusiakan manusia, pendidikan amat strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan diperlukan gunameningkatkan mutu bangsa secara menyeluruh. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia merupakan suatu system pendidikan nasional yang diatur secara sistematis. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencedaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[1]
Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasiitasi kegiatan belajar mereka. Pendidikan tentunya tidak terlepas dari subyeknya atau siapa yang melakukan pendidikan tersebut baik yang mendidik ataupun yang dididik.[2]
Pendidik merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam pendidikan. Karena ia bertanggung jawab dalam pembentukan pribadi anak didiknya, oleh karena itu pendidik atau guru adalah “ Orang dewasa yang bertanggung jawab member bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah, khalifah di permukaan bumi, sebagai makhluk sosial dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri.[3]
Dari beberapa uraian tersebut, dapat diartikan bahwa hasil yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar mengajar adalah berkembangnya potensi dan kemampuan peserta didik baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut selain dituntut untuk menguasai materi yang akan disampaikan, seorang pendidik harus memiliki strategi atau metode yang tidak hanya kreatif tetapi juga menyenangkan dalam mengajar agar  suasana belajar tidak terlalu kaku dn tegang sehingga materi yang akan disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh peserta didik.
Sejak diberlakukannya Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, telah diterbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Dalam permendiknas tersebut diatur pelaksanaan sertifikasi guru melalui penilaian portofolio dengan sepuluh komponen yang bertujuan mengukur empat kompetensi pendidik, yaitu kompetensi, pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional. Bagi guru yang lulus penilaian portofolio, memperoleh sertifikasi pendidik dan dinyatakan sebagai guru professional. Sebaliknya bagi guru yang belum lulus diwajibkan mengikuti kegiatan pendidikan dan latihan profesi guru atau dikenal dengan singkatan PLPG. Dalam buku rambu-rambu penyelenggaraan PLPG yang berlaku secara nasional (Depdinas, 2007), salah satu materi pokokyang harus diberikan adalah materi PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Maka sejak akhir tahun 2007 istilah PAIKEM mulai dikenal luas dalam praktik dunia pendidikan di Indonesia.[4]

2.      Permasalahan
2.1        Identifikasi Masalah
Masalah adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, yang jawabannya akan diperoleh setelah penelitian selesai (Arikunto,2004:51). Setelah dilakukannya observasi, adapun permasalahan yang membuat penelitian ini dilakukan antara lain sebagai berikut:
1.      Ada indikasi kurangnya perhatian guru terhadap siswa sehingga menyebabkan siswa kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran.
2.      Ada indikasi bahwa metode atau pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran cenderung monoton sehingga menyebabkan siswa cepat bosan.
2.2  Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini, permasalahan yang dibahas dibatasi pada pengaruh pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran Akuntansi di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir.
2.3  Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.      Adakah pengaruh pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran Akuntansi di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir?
2.      Adakah faktor – faktor penghambat dan pendukung penerapan pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran Akuntansi di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir?
3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan – tujuan sebagai berikut:
a.       Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran Akuntansi di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir.
b.      Untuk mengetahui apakah terdapat faktor – faktor penghambat dan pendukung penerapan pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS pada mata pelajaran Akuntansi di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir.

4. Manfaat Penelitian
a.       Manfaat Teoritis
Penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi sebagai masukan bagi lembaga- lembaga pendidikan yang berguna untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya bagi para pendidik, agar dapat mengembangkan pengajaran Akuntansi dengan model pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.
b.      Manfaat Praktis
Penelitian ini dapat dijadikan pedoman bagi para guru di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir dalam menerapkan pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) pada mata pelajaran Akuntansi.
5.      Tinjauan Pustaka
5.1 Kajian Literatur
5.1.1 Pendekatan PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.
Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Siswa tidak memungkiri metode “PAIKEM = pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan” merupakan metode yang sangat mengerti dan memahami kondisi siswa. bagaimana guru menyampaikan materi merupakan penilaian utama siswa, seorang guru mempunyai wawasan yang luas akan tergambar dengan cara bagaimana seorang guru menyampaikan pembelajaran di kelas, fokus terhadap materi dan penyampaian yang mudah dimengerti oleh siswa. peduli terhadap siswa dan tidak pilih-memilih (diskriminatif), performance yang menarik serta bisa dijadikan partner dalam berdiskusi dan berkeluh kesah merupakan sekian banyak kriteria yang siswa sampaikan jika seorang guru ingin menjadi favorit di mata siswa (Herman, 2008).
             Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAIKEM:
a)      Memahami sifat yang dimiliki anak
Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan.
b)       Mengenal anak secara perorangan
Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Efektif dan Menyenangkan) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.
c)      Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar
Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.
d)     Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).
e)      Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
 Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah.
f)       Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
 Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.


g)      Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar
Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka
h)      Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental
Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAIKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAIKEM’ (Agustina, 2008).


Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
a.       Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
b.      Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
c.       Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
d.      Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
e.       Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa PAIKEM merupakan pendekatan dalam proses belajar mengajar yang bila diterapkan secara tepat berpeluang dapat meningkatkan tiga hal, pertama maksimalisasi pengaruh fisik terhadap jiwa, kedua, maksimalisasi pengaruh jiwa terhadap proses psikofisik dan psikososial dan ketiga, bimbigan kearah pengalaman kehidupan spiritual. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan PAIKEM yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya.
5.1.2  Mata pelajaran Akuntansi
Definisi akuntansi yang dikemukakan oleh ABP Statement No. 4 dalam Smith Skousen (1995 : 3), akuntansi adalah suatu aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif.
Kemudian Suparwoto L (1990 : 2) mendefinisikan akuntansi sebagai suatu system atau tehnik untuk mengukur dan mengelola transaksi keuangan dan menyajikan hasil pengelolaan tersebut dalam bentuk informasi kepada pihak-pihak intern dan ekstern perusahaan. Pihak ekstern disini terdiri dari investor, kreditur pemerintah, serikat buruh dan lain-lain.
Dari kedua definisi tersebut siatas, maka dapat dibandingkan antara definisi akuntansi yang dikemukakan oleh Suparwoto di satu pihak dengan definisi menurut APB di pihak lain di mana Suparwoto akuntansi lebih merupakan suatu system atau teknik pengukuran dan pengelolaan transaksi, sedangkan APB lebih menekankan pada tujuan hasil akuntansi guna pengambilan keputusan ekonomi.
Menurut AICPA dalam Sofian S. Harahap (1994 : 12), mengatakan akuntansi adalah seni pencatatan, pengelolaan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi yang umumnya bersifat keuangan termasuk penafsiran hasil-hasil.
American Acounting Association (AAA) dalam Soemarso SR. (1996 : 5) mendefinisikan akuntansi sebagai proses pengidentifikasian, pengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian-penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah suatu sistem atau teknik dari suatu pencatatan, penggolongan dan peringkasan, pelaporan dan menganalisa data keuangan yang dilakukan dengan cara tertentu dan ukuran moneter yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi atau perusahaan.
Sedangkan fungsi mata pelajaran akuntansi di sekolah menengah atas adalah mengembangakan pengetahuan, ketrampilan, sikap rasional, teliti, jujur dan bertanggung jawab melalui prosedur pencatatan, pengelompokan, pengiktisaran transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan dan penafsiran perusahaan berdasarkan standar akuntansi Keuangan ( SAK).

5.1.3  Hasil Belajar
1.      Pengertian Hasil Belajar
Hasil Belajar Siswa - Belajar dan mengajar merupakan konsep yang tidak bisa dipisahkan. Belajar merujuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subyek dalam belajar. Sedangkan mengajar merujuk pada apa yang seharusnya dilakukan seseorang guru sebagai pengajar.
Dua konsep belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru terpadu dalam satu kegiatan. Diantara keduannya itu terjadi interaksi dengan guru. Kemampuan yang dimiliki siswa dari proses belajar mengajar saja harus bisa mendapatkan hasil bisa juga melalui kreatifitas seseorang itu tanpa adanya intervensi orang lain sebagai pengajar.Oleh karena itu hasil belajar yang dimaksud disini adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki seorang siswa setelah ia menerima perlakukan dari pengajar (guru),  seperti yang dikemukakan oleh Sudjana.
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2004 : 22). Sedangkan menurut Horwart Kingsley dalam bukunya Sudjana membagi tiga macam hasil belajar mengajar : (1). Keterampilan dan kebiasaan, (2). Pengetahuan dan pengarahan, (3). Sikap dan cita-cita (Sudjana, 2004 : 22).
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan keterampilan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah ia menerima perlakuan yang diberikan oleh guru sehingga dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (Sudjana, 1989 : 39). Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakan oleh Clark (1981 : 21) menyatakan bahwa hasil belajar siswa disekolah 70 % dipengaruhi oleh  kemampuan siswa dan 30 % dipengaruhi oleh lingkungan. Demikian juga faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan yang paling dominan berupa kualitas pembelajaran (Sudjana, 2002 : 39).
"Belajar  adalah suatu perubahan perilaku, akibat interaksi dengan lingkungannya" (Ali Muhammad, 204 : 14). Perubahan perilaku dalam proses belajar terjadi akibat dari interaksi dengan lingkungan. Interaksi biasanya berlangsung secara sengaja. Dengan demikian belajar dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan dalam diri individu. Sebaliknya apabila terjadi perubahan dalam diri individu maka belajar tidak dikatakan berhasil.
Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya kemampuan dasar guru baik di bidang kognitif (intelektual), bidang sikap (afektif) dan bidang perilaku (psikomotorik).
Dari beberapa pendapat di atas, maka hasil belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor dari dalam individu siswa berupa kemampuan personal (internal) dan faktor dari luar diri siswa yakni lingkungan. Dengan demikian hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri individu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif. Hasil belajar siswaSetiap proses belajar mengajar keberhasilannya diukur dari seberapa jauh hasil belajar yang dicapai siswa. Hasil belajar berasal dari dua kata dasar yaitu hasil dan belajar, istilah hasil dapat diartikan sebagai sebuah prestasi dari apa yang telah dilakukan. Berikut ini beberapa definisi tentang prestasi belajar :
1)      Muhibbin Syah (1997 : 141) menyatakan prestasi adalah taraf keberhasilan proses belajar mengajar.
2)      Oemar Hamalik (2001 : 159) menyatakan prestasi merupakan indikator adanya perubahan tingkah laku siswa. Jadi prestasi adalah hasil maksimal dari sesuatu, baik berupa belajar mapun bekerja.
3)      Poerwadarmita (1996 : 169) menyatakan bahwa prestasi adalah apa yang telah dicapai dari hasil pekerjaan yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan kerja.
Sedangkan definisi belajar menurut para ahli sebagai berikut :
1)      Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2004 : 128) berpendapat bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan didalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
2)      Hilgard dan Bower (1975 : 156) mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamanya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan.
3)       M. Sobry Sutikno (2004) mengartikan belajar adalah suatu proses usaha seseorang yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
4)      Thursan Hakim (2002) mengartikan belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningakatan kecakapan pengetahuan, sikap, pemahaman, keterampilan, daya fakir dan kemampuan lainnya.
Dari penjelasan beberapa ahli, dapat diambil kesimpulan bahwa belajar pada hakekatnya adalah proses perubahan perilaku siswa dalam bakat pengalaman dan pelatihan. Artinya tujuan kegiatan belajar mengajar ialah perubahan tingkahlaku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, sikap, bahkan meliputi segenap aspek pribadi. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar, menilai proses dan hasil belajar, termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru dalam pencapaian hasil belajar siswa.
Yang menjadi petunjuk bahwa suatu proses belajar mengajar dianggap berhasil menurut Syiful Bahri Djamarah Dan Aswan Zain (2002 : 120) Ialah :
a.       Daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok
b.      Perilaku yang digariskan dalam tujuan pengajaran instruksional khusus (TIK) telah dicapai oleh siswa.
Berdasarkan ungkapan pendapat diatas maka dapat ditegaskan bahwa salah satu fungsi hasil belajar siswa diantaranya ialah siswa dapat mencapai prestasi yang maksimal sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki, serta siswa dapat mengatasi berbagai macam kesulitan belajar yang mereka alami.

5.2. Kajian Terdahulu yang Relevan
Sebagai bahan referensi sebelum menyusun proposal penelitian ini, berikut penulis cantumkan beberapa proposal terdahulu yang relevan dengan proposal yang akan ditulis dan diteliti. Proposal tersebut antara lain :
Rusdi (0727022) dalam skripsinya yang berjudul “Implementasi pendekatan PAIKEM (Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan) terhadap proses belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di MIN ARISAN MUSI  KABUPATEN MUARA ENIM”, mengatakan bahwa implementasi pendekatan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan dapat memberikan pengaruh yang positif pada proses pembelajaran siswa, sehingga membuat siswa dapat memahami materi yang diajarkan dan tidak jenuh.

6.      Kerangka Berpikir

PAIKEM merupakan pendekatan dalam proses belajar mengajar yang bila diterapkan secara tepat berpeluang dapat meningkatkan tiga hal, pertama maksimalisasi pengaruh fisik terhadap jiwa, kedua, maksimalisasi pengaruh jiwa terhadap proses psikofisik dan psikososial dan ketiga, bimbigan kearah pengalaman kehidupan spiritual.
Materi Akuntansi yag dimaksud dalam penelitian ini adalah sebagai salah satu bidang studi disekolah yang lebih dikhususkan pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir.
Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran yang mana hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupa sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri individu perubahan tingkah laku secara kuantitatif.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  pengaruh pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Akuntansi adalah bagaimana dampak pendekatan PAIKEM tersebut dalam mempelajari materi Akuntansi dan sejauh mana pendekatan tersebut dapat memberikan sumbangsi positif terhadap hasil belajar siswa yang ditunjukan dengan prestasi yang mereka dapatkan setelah mengalami proses belajar mengajar yang menggunakan pendekatan PAIKEM.

7.      Perumusan Hipotesis
Hipotesis merupakan praduga sementra dari suatu pernyataan yang kebenarannya masih perlu dibuktikan lebih lanjut, sebagaimana yang telah diungkap oleh Sumardi Suryabrata bahwa hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian, yang kebenarannya masih terus diuji.[5]
Hipotesis dalam penelitian ini adalah :pengaruh pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Akuntansi di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir tahun ajaran 2011/2012.

8.      Kriteria Pengujian Hipotesis
Untuk membuktikan hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah bertolak bertitik tolak dari uji dua hipotesis yang Ho dan Ha.
Dimana :
Ho : Tidak terdapat pengaruh pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Akuntansi di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir tahun ajaran 2011/2012.
Ha : Ada pengaruh pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Akuntansi di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir tahun ajaran 2011/2012.
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini penulis menggunakan Korelasi Product Moment dengan huruf  signifikan α=5% dengan kreteria pengujian sebagai berikut :

a. Ho diterima apabila
  ≤ 
b. Ha diterima apabila
   

9. Metodologi Penelitian
9.1 Metode Penelitian
Metode penelitian adalah cara yang digunakan dalam sebuah penelitian, keurgensian metodelogi penelitian bagi peneliti akan turut member kontribusi bagi sukses tidaknya penelitian yang dilakukan ( M. Subana dan Sudrajat, 2005 : 11). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode ini mengungkapkan bahwa hubungan antara dua variabel atau lebih atau mencari pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental. Quasi eksperimen adalah metode eksperimen semu, yaitu dengan menggunakan kelas yang ada sebagai kelas eksperimen.

9.2 Variabel Penelitian
“Varibel penelitian adalah gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati. Variabel itu sebagai atribut dari sekelompok orang atau objek yang manjadi variasi antara satu dengan lainya antara kelompok itu” (Sugiono, 2006:2).Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. Agar tergambar dengan jelas apa yang penulis maksudkan, maka variabel dalam penelitian ini adalah:
             Skema Variabel
Hasil Belajar Siswa
Pendekatan PAIKEM
                           Variabel X                                                                      Variabel Y          

9.3 Definisi Operasional Variabel (DOV)
Agar tidak terjadi kesalah pahaman tentang pengertian atau penafsiran. Perlu adanya Definisi Operasional Variabel yaitu :
1.      PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) merupakan pendekatan dalam proses belajar mengajar yang mengajak siswa untuk ikut aktif, inovatif dan kreatif sehingga proses belajar mengajar menjadi efektif dan menyenangkan.
2.      Hasil belajar siswa adalah yang telah dicapai oleh peserta didik pada mata pelajaran akuntansi dengan menerapkan pendekatan pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) yang diperlihatkan melalui tes akhir.
9.4 Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulan (Sugiono: 2008 :117).
Pada penelitian ini populasinya adalah keseluruhan siswa-siswi kelas XI IPS di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir yang berjumlah 67 orang, yang terdiri dari kelas XI IPS1 dan XI IPS2 seperti yang tergambar dalam tabel berikut :
Tabel 1.1
Populasi Penelitian
Kelas
Jenis Kelamin

Jumlah

Laki-laki
Perempuan

XI IPS1
13
21
34
XI IPS2
9
24
33
Jumlah
22
45
67

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono,2008:118). Pada penelitian ini penulis berpedoman pada pendapat Suharsimi Arikunto, yaitu “ Apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil seluruhnya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.” Dalam penelitian ini menggunakan populasi keseluruhan siswa kelas XI IPS di SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir yang berjumlah 67 orang, karena penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan nonequivalent control group desain maka peneliti membagi kelas menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol yang terdiri dari kelas XI IPS1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS2 sebagai kelas control seperti yang terlihat pada tabel berikut :
Tabel 1.2
Sampel Penelitian
Kelas
Jenis Kelamin

Jumlah
Keterangan
Laki-laki
Perempuan
XI IPS 1
13
21
34
Kls eksperimen
XI IPS 2
9
24
33
Kls kontrol
Jumlah
22
45
67


10. Jenis dan Sumber data
10.1 Jenis data
Data adalah sumber atau bahan mentah tentang sesuatu yang dibutuhkan, data dalam penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif yang merupakan data yang dinyatakan dengan angka untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan secara statistic untuk menunjukkan hubungan antar variable yang saling berkaitan.
10.2 Sumber data
Adapun data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data yang diambil langsung dari sumber utama dilapangan sebagai data pokok yaitu data yang berasal langsung dari SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir.
11. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, prosedur pengumpulan data akan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
11.1 Teknik Tes       
“Tes adalah serenteran pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok” ( Arikunto, 2002:127 ). Metode tes dalam penelitian ini adalah metode yang digunakan untuk mengajar kemampuan siswa dalam menguasai materi akuntansi.
11.2 Teknik Observasi
Menurut Prof. Dr. Sugiyono observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuisioner. Teknik ini digunakan peneliti untuk melihat gejala-gejala yang Nampak dan penulis turun secara langsung kelapangan objek penelitian yaitu SMA Negeri I Kandis kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir.
11.3 Teknik  Analisisis Data
11.3.1  Uji t
Untuk menguji signitifikasi penelitian digunakan statistic uji t dengan taraf signifikan a 0,05 ( taraf kepercayaan 95% ) yang rumusnya sebagai berikut:
                                                                                      Sugiono (2010:215)

Keterangan :
t = Uji t
r = Nilai koefisien korelasi
n = Jumlah siswa yang dijadikan sampel
Hasil perhitungan dari rumus tersebut dikonsultasikan dengan ketentuan pada tabel interprestasi dibawah ini :

TABEL 3
INTERPRESTASI KOEFISIEN KORELASI
Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00-0,199
0,20-0,399
0,40-0,599
0,60-0,799
0.80-1,000
Sangat Rendah
Rendah
Cukup
Kuat
Sangat Kuat











DAFTAR  PUSTAKA
Ahmadi, Abu.  2005. Strategi Belajar Mengajar. Pustaka Setia
Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara     
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktek ( Edisi Revisi ) Jakarta: Rineka Cipta
Dimyati, 2005.  ”Belajar  dan  Pembelajaran”  Jakarta  :  Rineka  Cipta.
Hadi, Amirul. 2005. Metodelogi Penelitian. Jakarta: Pustaka Setia
Syah, Muhibbin,  2009.  “Psikolog  Belajar”  Jakarta  :  Rajawali
Riduwan, 2008. Dasar-Dasar Statistik. Bandung. Alfa Bheta
Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung. Alfa Bheta



[1] UU No. 20 Pasal 3 Tahun 2003
[2] Muhibbin Syah, Psikologi belajar, (Jakarta: Rajawali Pers,2008), hlm.1
[3] Hj. Nur Uhyati, Ilmu pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka setia, 1997), hlm. 65
[4] Ismail, Strstegi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan), (Semarang: RaSAIL,2008) hlm.48
[5] Sumardi Suryabrata, Metodologi penelitian, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003), hlm.25

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar